Sehat Ala Golongan Darah
Written on 11:31 PM by Kinetics

Apa golongan darah Anda? Informasi ini tidak hanya berguna saat Anda membutuhkan transfuse darah, tetapi juga untuk menentukan pola makan dan gaya hidup yang tepat. Dr. Peter J. D’Adamo, Ahli Naturopati dari Stamford, Connecticut, lewat buku best-seller-nya “Eat Right for Your Type”, memaparkan, seperti sidik jari, golongan darah merupakan indentitas individu. Tiap tetes darah Anda mempunyai struktur biokimia yang unik.
Bagaimana makanan berinteraksi dengan sel-sel tubuh ditentukan oleh golongan darah. Lectin, sejenis protein yang terdapat dalam makanan bisa bereaksi positif atau negative dalam tubuh, tergantung pada golongan darah. Bahkan kesehatan mental juga dipengaruhi oleh golongan darah. Golongan darah O cenderung kekurangan cairan kimia otak dopamine yang mengakibatkan sulit konsentrasi, juga hiperaktif. Golongan A memproduksi banyak kortisol, hormon stress yang bisa memicu hipertensi, Alzheimer dan kanker. Golongan B dan AB cenderung tenang, karena bisa menghalau kelebihan oksidasi nitrat.
D’Adamo mengungkapkan, golongan darah memiliki kaitan erat dalam proses metabolisme, system kekebalan tubuh dan keseimbangan mental. Ini yang mempengaruhi kesehatan, vitalitas, serta berat badan seseorang. Asupan nutrisi dan gaya hidup yang tepat, bisa memaksimalkan kelebihan dan meminimalkan kekurangan masing-masing tipe darah. Berdasarkan studi intens menelusuri jejak nenek moyang dan pengalaman praktiknya sebagai ahli naturopati, D’Adamo merancang pola makan seimbang dan mengutamakan bahan-bahan segar untuk masing-masing golongan darah, seperti berikut:
Golongan Darah OSeperti sejarahnya, pemilik golongan darah O dikenal sebagai pemburu dan pemakan daging. Maka, bagi mereka disarankan mengkonsumsi protein hewani yang berasal dari sapi, domba, serta ikan. Khusus bagi orang Asia – yang bergolongan darah ini – lebih disarankan mengkonsumsi sumber protein dari laut karena minyak ikan kaya vitamin K dan yodium untuk menstabilkan fungsi tiroid dan menambah berat badan. Selain itu, konsumsilah sayuran seperti brokoli, bayam, rumput laut, tomat, labu kuning, dan ubi. Yang mesti dihindari adalah produk susu (kecuali keju dan mentega), gandum, jagung, kacang-kacangan, serta sayuran seperti kol, kembang kol, tauge, terong, jeruk, stroberi, kelapa, alpukat, serta melon.
Golongan Darah ADikenal sebagai vegetarian, muncul sejak sejarah manusia mulai beralih pada kehidupan pertanian. Maka, pemiliki golongan darah ini disarankan mengkonsumsi banyak buah dan sayuran seperti wortel, kacang polong, kacang tanah, kedelai, nanas, lemon, serta brokoli. Juga tambahkan variasi daging ayam, ikan, tahu, serta produk susu fermentasi seperti yoghurt. Yang mesti dihindari diantaranya kentang, ubi, susu, sapi, bebek, mangga, pisang, pepaya, jamur, kol, serta kelapa.
Golongan Darah BSesuai dengan kehidupannya yang nomadis, mereka yang bergolongan darah B ini lebih fleksibel dalam memilih makanan, yaitu perpaduan antara daging dan tumbuhan. Makanan yang disarankan adalah daging domba, ikan, susu, keju, jagung, kacang tanah, wortel, terong, jamur, ubi, pisang, pepaya, nanas, anggur, dan susu kambing. Yang sebaiknya dihindari diantaranya, daging babi, ayam, bebek, udang, kerang, kepiting, kacang dan biji-bijian, kedelai, tomat, serta alpukat.
Golongan Darah ABKarena golongan darah ini muncul di peradaban modern, maka pola makan pun cenderung kombinasi antara golongan darah A dan B. Yakni, pola makan cenderung vegetarian, sesekali boleh menyantap protein hewani khususnya dari laut. Maka, mereka yang bergolongan darah ini dianjurkan mengkonsumsi daging domba, kelinci, ikan, bit, brokoli, terong, tempe, kembang kol, ubi, nanas, anggur, serta lemon. Dan yang perlu dihindari diantaranya ayam, sapi, babi, bebek, biji-bijian dan kacang, pisan, mangga, jeruk, jambu batu, atau belimbing.
D’Adamo juga menyebutkan, masing-masing golongan darah memiliki sensitivitas terhadap penyakit. Golongan darah O rentan terhadap radang usus dan tiroid; golongan darah A beresiko terkena penyakit jantung, diabetes, dan kanker; golongan darah B rentan terhadap penyakit infeksi seperti tiphus, kolera; dan golongan darah AB rentan terhadap serangan kanker. Jadi, tak ada salahnya mencoba hidup sehat dengan selektif memilih makanan.







